Banyak orang mengira hiking hanyalah aktivitas fisik untuk mencapai puncak atau melihat air terjun. Padahal, bagi mereka yang sudah sering melakukannya, ada “dunia lain” yang terjadi selama perjalanan. Jika kamu baru berencana melakukan hiking pertama kali mungkin di rute pendek seperti Sentul ada beberapa hal unik yang akan kamu temukan namun jarang dibahas di media sosial.
Berikut adalah 5 fakta menarik tentang hiking yang jarang diketahui orang:
1. “The Hiking High”: Euforia Alami Tanpa Olahraga Berat
Pernah mendengar Runner’s High? Hiking juga memilikinya. Berjalan di alam terbuka memicu otak melepaskan hormon endorfin dan dopamin secara lebih stabil dibandingkan lari di treadmill. Udara segar dan pemandangan hijau menurunkan hormon kortisol (hormon stres) secara signifikan. Itulah sebabnya, meskipun fisik lelah, pikiran justru terasa jauh lebih jernih setelah mendaki.
2. Etika “Sapaan Pendaki” yang Menghangatkan
Ada aturan tidak tertulis yang unik: sesama pendaki biasanya akan saling menyapa atau setidaknya mengangguk saat berpapasan, meski tidak saling kenal. Ini adalah bentuk solidaritas dan cara praktis untuk memantau keselamatan satu sama lain di jalur. Di jalur hiking, kasta sosial hilang; semua orang adalah rekan seperjalanan.
3. Otot yang Terlatih Bukan Hanya Kaki
Orang sering mengira hanya otot kaki yang bekerja. Faktanya, hiking adalah latihan full body. Saat kamu menyeimbangkan tubuh di jalan yang tidak rata, otot perut (core) bekerja ekstra keras. Saat menggunakan tracking pole atau tangan untuk menumpu, otot lengan dan bahu juga ikut terlatih. Ini adalah “gym alami” yang paling efektif.
4. “Digital Detox” yang Tidak Disengaja
Di jalur hiking, sinyal seringkali hilang atau kamu terlalu sibuk memperhatikan langkah kaki sehingga lupa mengecek ponsel. Tanpa sadar, kamu melakukan digital detox. Bagi mereka yang bekerja di dunia digital atau manajemen media sosial, 2-3 jam tanpa notifikasi adalah kemewahan yang sangat menyegarkan mental.
5. Efek “Earthing” atau Grounding
Berada di alam memungkinkan tubuh melakukan grounding kontak fisik dengan elektron bumi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berada dekat dengan tanah, bebatuan, dan air mengalir dapat membantu menyeimbangkan ritme sirkadian tubuh, yang artinya kamu akan tidur jauh lebih nyenyak malam setelah hiking.
Hiking bukan hanya tentang seberapa jauh kamu melangkah, tapi tentang bagaimana kamu terhubung kembali dengan diri sendiri dan alam. Bagi kamu yang baru ingin mencoba, mulailah dengan rute ringan selama 2 jam. Rasakan sendiri transformasi pikiran yang akan kamu alami setelahnya.
Sudah siap memulai langkah pertama kamu di jalur pendakian?
